Tuhan memberikan lebih dari pada yang kita minta


 Nie di West Lake resto Jogjakarta, Agustus 25


Hari Minggu sebelumnya cukup berat, karena harus melayani pemakaman seorag Jemaat Tuhan yang sudah seperti saudara sendiri. Tuhan memberkati Pak Wahyu "Sofarist"dan Tuhan menyertai Bu Utie yang ditinggalkan. Berat tapi hidup arus terus berjalan. Sebenarnya dari Gunung Kidul, tempat kami melayani pemakaman sudah dekat ke Jogja. Maunya nengok anak Justin di RS Sardjoti Jogja. Namun karena sudah terlalu sore, amaka kami pulang ke Solo. Dan mampir di afe keren RON 3.16 di daerah dekat pabrik Konimex. Kami membawa 3 mobil, yang satu "älphard" merah saya, alias Carry tahun 1997 kayaknya. Yang satu mobil dari jemaat Tuhan di FHL. Dan yang satu mobil keren menyewa dari mas Aris Santana Rental mobil sahabat saya. Mobil Hiace Premio Luxury keren dengan hanya 10 seat. pokoknya semua terbaik. the best lach

Hari seninnya, setelah makan soto 300an di Gawok/Gatak di pinggir rel kereta api, kami ote jigja. yup, hari gni masih ada sato seharga 3k dan sate usus 1k, beneran cuma seribu, seceng doank. Betapa merasakan di bumi seperti di surga khan? Mkany gueh gak bisa hidup jauh dari Solo, maksimal solo raya lah. Dan ternyata setelah aku ingat2, aku pergi paling lama itu ke pulau Jeju di Korea Selatan selama hampir satu bulan. Dan itu dua kali ke Jeju dalam waktu yang berbeda. 

Hari ini pun sedang prepare untuk beragkat ke Korea lagi di bulan 10. Mai dua bulan lagi, tapi musti cepat nguuus visa dll. Kalau ke Jeju gak perlu Visa, karena ini mau ke Seoul makanya haruslebih effort dan lebh ribet dikitz.

Nah foto di atas adalah West Lake, suatu restoran yang keren bingits. Jauh hari sebelumnya istri ingin ke resto yang lebih dekat dan lebih sederhana. Ternyata di titik sekarang malah bisa memberikan yang terbaik buat istri dan mendaoatkan temoat yang terbaik pula.. ya bah..pula

Sebenarnya Resto West Lake itu sangat familiar bagiku. Karena waktu belajar dan ambil S3 di STT Kadesi di Jogja selalu melawati papan nama West Lake, yang kami jadikan acauan untuk segera belok kiri masuk kampus 2 Kadesi. Kuliahku pun cukup berjuang banget, sampai 4 tahun menyelesaikan S3. Dari 2017 sampai lulus desember 2021, itu pun wisuda masih pakai masker, karena ada covid 19. 

Kuliahku S1 sampai S3 biaya sendiri, gak ada sponsor dan banyak dramanya karena selalu ada msalah keuangan Waktu S1 3 semester pertama selalu buat surat pernyataan karena belum bayar dan mau ikut UTS atau UAS. Memang UASyem tenan oq... Wwaktu itu seesai S1 dalam waktu 3 tahun, dan saya orang pertama yang bsa selesai selama 6 semester. Pastinya dengan perjuangan berdarah-darah dan beringus2 sampai ber-upil2, njay koq jadi geneh. Waktu S2 juga sama, waktu selesai gladi resik wisuda di Hotel Asia di solo, saya ditahan dulu, Gak boleh ambil toga, karena masih punya kekurangan pembayaran. Akhirnya hari itu cari dan dapat sampai lunas. Waktu mau gladi resik wisuda S3, saya gak berani datang ke tempat itu, karena sadar diri punya kekurangan pembayaran. Tapi sebenarnya dengan iman, saya ajak anak istri ke dekat daerah tempat wisuda, di sebuah hotel bagus di Kaliurang. Dan saya menginap di losmen keci yang murah dekat situ, cukup jalan kaki sampai. Akhirnya setelah di kontak panitia wisuda, saya baru berani datang dan mengikuti wisuda S3 dengan berurai air mata. tanpa buaya. Setelah itu jurus andalan saya muncul, yaitu mencicil alias mengangsur (sambil mecicil). Dan akhirnya lunas nas nas nas tas tas tas.. jamu M kapsul, bila si kecil panas...loch

Okay, dari seorag aku yang tiggal di rumah gedhek atau gubuk bambu sampai bisa kuliah S3 ini. Semua hanya karena kebaiakan Tuhan, Tuhan memberikan lebih dari pada apa yang saya pikirkan. So semangat, maju terus dan tetap hidup. jangan pingin mati, mie ayam msih enak benget....

Merdeka!!!!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah nulis blog dulu 16 tahun yang lalu, sekarang sudah jadi Ps dan Dosen. thx God